FITO
Sabtu, 17 Oktober 2026 •
Breaking News

Kritik Tajam di Hambalang: Prabowo Jawab Tantangan Geopolitik AS, Efisiensi BUMN, hingga Ancaman 'Deep State' di Birokrasi

Presiden Prabowo Subianto menggelar diskusi terbuka dengan sejumlah pakar dan jurnalis senior di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang[cite: 2]. Menjawab kritik langsung dari Prof. Gema Goeyardi terkait ancaman geopolitik Amerika Serikat dan kondisi UMKM, Prabowo menegaskan kuatnya fundamental ekonomi Indonesia serta rencananya memberantas birokrat nakal atau 'deep state' demi mencapai efisiensi negara yang masif

W

Oleh Widya Annisa

Wartawan • FITO

19 September 2026 • 01:56 WIB
11 pembaca
youtube-thumbnail-XIgtXWxirwI-maxresdefault
youtube-thumbnail-XIgtXWxirwI-maxresdefault (Foto: Dok. FITO)

BOGOR – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengadakan diskusi mendalam bersama para jurnalis senior dan pakar di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat[cite: 2]. Diskusi bersejarah yang berlangsung selama lebih dari 4 jam ini mengupas tuntas tantangan ekonomi, penertiban birokrasi, hingga ketahanan nasional.


Dalam kesempatan tersebut, Founder sekaligus CEO Astronacci Internasional, Prof. Gema Goeyardi, melontarkan pandangan sekaligus kritiknya secara langsung di hadapan Presiden[cite: 2]. Ia mengapresiasi keberanian Prabowo sebagai presiden dalam menjaga kedaulatan negara, seperti bergabung dengan BRICS, melakukan kerja sama alutsista dengan Prancis, hingga menjalin kerja sama energi dengan Rusia[cite: 2]. Namun, Gema juga mengingatkan akan adanya risiko geopolitik, seperti kemungkinan Amerika Serikat memberikan penalti tarif, serta masalah likuiditas yang mencekik sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)


Menanggapi hal tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia memiliki fundamental ekonomi yang sangat kuat[cite: 2]. Ia menyoroti besarnya sumber daya alam yang dimiliki Indonesia, seperti cadangan nikel, tembaga, dan rare earth yang kini pengelolaannya sedang ditertibkan secara ketat agar nilai tambahnya maksimal di dalam negeri[cite: 2]. Menariknya, Prabowo mengungkapkan bahwa sejumlah lembaga keuangan dan Bank Dunia memperkirakan bahwa Gross Domestic Product (GDP) riil Indonesia saat ini sebenarnya 40% lebih tinggi dari yang dilaporkan, karena masih banyaknya aktivitas ekonomi yang tidak tercatat

Sumber & Verifikasi Redaksi

Transparansi FITO
Jenis peliputan
Field Reporting
Editor penanggung jawab
Super Admin

Menemukan kekeliruan? Ajukan koreksi melalui Hak Jawab & Koreksi.

Suka dengan informasi berita ini?

Bagikan langsung ke teman & grup WhatsApp Anda hanya dengan 1 klik.

Reaksi Pembaca:
W

Widya Annisa

Wartawan

Jurnalis independen yang berdedikasi menyajikan berita akurat, berimbang, dan tepercaya.

Komentar Pembaca 0

Ingin memberikan tanggapan atau komentar pada berita ini?

Masuk untuk Berkomentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama berkomentar!

Berita Terkait