JAKARTA — Pasar laptop kembali dihebohkan dengan perbandingan ekstrem antara perangkat entry-level hingga kelas sultan. Melalui video terbarunya, YouTuber teknologi David GadgetIn mencoba dan membandingkan seluruh lini MacBook terbaru, mulai dari MacBook Neo, MacBook Air, hingga jajaran MacBook Pro berseri M5.
Model paling dasar yang menarik perhatian adalah MacBook Neo, dibanderol mulai kisaran Rp13 jutaan dan ditenagai oleh chip A18 Pro. Perangkat ini dinilai sangat cocok untuk pelajar, mahasiswa, serta pekerja kreatif pemula berkat portabilitas dan performanya yang efisien meski memiliki keterbatasan RAM dan port.
Di kelas menengah, MacBook Air tetap menjadi primadona dan pilihan paling aman (sweet spot) bagi sekitar 90 persen pengguna berkat performa chip seri M, pilihan RAM yang lebih besar, serta daya tahan baterai yang handal untuk penggunaan seharian.
Sementara itu, bagi kalangan profesional dengan kebutuhan komputasi berat, Apple menyediakan lini MacBook Pro mulai dari versi standar berchip M5, varian M5 Pro, hingga kasta tertinggi MacBook Pro M5 Max dengan kapasitas RAM besar dan penyimpanan masif yang harganya bisa menembus Rp200 juta. Perangkat kelas atas ini ditujukan khusus bagi production house, developer tingkat lanjut, hingga industri film profesional yang membutuhkan performa tanpa kompromi.