FITO
Sabtu, 17 Oktober 2026 •
Breaking News

Musni Umar Bongkar "Borok" Demokrasi Indonesia: Singgung Politik Uang, Kemiskinan Ekstrem, hingga Desakan Evaluasi Kabinet

Pengamat sosial-politik Musni Umar blak-blakan menguliti berbagai persoalan mendasar dalam sistem demokrasi Indonesia, mulai dari maraknya politik uang, amburadulnya penyelenggaraan pemilu, hingga tingginya angka kemiskinan riil. Dalam diskusinya, ia juga menyoroti pentingnya penegakan integritas pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

t

Oleh trian

Wartawan • FITO

17 September 2026 • 02:08 WIB
13 pembaca
Gemini_Generated_Image_hxxbrbhxxbrbhxxb
Gemini_Generated_Image_hxxbrbhxxbrbhxxb (Foto: Dok. Official iNews / YouTube Rakyat Bersuara)

JAKARTA — Diskusi tajam mengenai kondisi perpolitikan nasional terjadi dalam program Rakyat Bersuara yang disiarkan oleh Official iNews. Tokoh dan pengamat sosial-politik, Musni Umar, menyoroti berbagai persoalan krusial yang disebutnya sebagai cerminan "cacat demokrasi" di Indonesia.


Menurut Musni, salah satu penyakit kronis dalam sistem pemilu di tanah air adalah masifnya praktik politik uang (money politics). Ia menilai bahwa di tengah masyarakat yang masih bergelut dengan keterbatasan ekonomi dan pendidikan, praktik transaksional politik hampir selalu menjadi penentu kemenangan dalam kontestasi elektoral.


"Tidak ada orang yang terpilih tanpa main politik uang di tengah masyarakat yang miskin dan kurang pendidikan," ujar Musni dalam perdebatan yang turut menghadirkan sejumlah pakar lainnya.

Selain masalah politik uang, Musni juga menyoroti persoalan kesejahteraan umum yang menurutnya masih menjadi pekerjaan rumah besar. Ia membandingkan data kemiskinan dan menegaskan bahwa perbaikan sektor pendidikan serta pemberantasan korupsi harus menjadi prioritas utama pemerintah jika ingin mencapai visi Indonesia Emas.


Dalam kesempatan yang sama, Musni juga memberikan pandangannya terhadap langkah-langkah Presiden Prabowo Subianto. Ia mendukung adanya pembenahan di dalam pemerintahan dan mendegarkan aspirasi publik secara objektif, termasuk dalam mengawal produk legislasi penting seperti Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dari korupsi.


Diskusi ini turut diwarnai adu argumen dengan narasumber lain, termasuk pandangan dari lembaga survei dan pengamat hukum tata negara yang membahas sejauh mana rasionalitas pemilih serta batasan konstitusional dalam mengkritik kebijakan pemerintah.

Halaman Berita: (Menampilkan Semua Halaman)

Sumber & Verifikasi Redaksi

Transparansi FITO
Jenis peliputan
Field Reporting
Editor penanggung jawab
Super Admin
Catatan sumber
Transkrip dan diskursus publik program "Rakyat Bersuara" di kanal YouTube Official iNews

Menemukan kekeliruan? Ajukan koreksi melalui Hak Jawab & Koreksi.

Suka dengan informasi berita ini?

Bagikan langsung ke teman & grup WhatsApp Anda hanya dengan 1 klik.

Reaksi Pembaca:
t

trian

Wartawan

Trian adalah wartawan digital FITO yang memiliki ketertarikan pada isu informasi publik, berita lokal, teknologi, dan tren masyarakat. Dengan mengedepankan prinsip jurnalistik yang akurat, objektif, dan bertanggung jawab, Trian berkomitmen menghadirkan artikel yang relevan, informatif, serta mudah dipahami oleh pembaca di era digital.

Komentar Pembaca 0

Ingin memberikan tanggapan atau komentar pada berita ini?

Masuk untuk Berkomentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama berkomentar!